Bisnis Center
Contact Us
SMKN 1 Anjatan
Jl. Raya Limpas Anjatan, Kec. Anjatan - Kab. Indramayu
Telp: +62.234.611.769
Hotline: +62.81.322.456.744
Fax: +62.234.561.3614
Email: info@smkn1anjatan.sch.id
Customer Service
Kepsek

Tata Usaha


Event
Video
Facebookan - Aat

Video Lainya...
PARWIS FM
Visitor
Hari Ini : 126       Total : 221037

PERMASALAHAN LINGKUNGAN PESISIR DAN LAUT

August, 10-Aug-2015 - admin



Dewasa ini sumberdaya alam dan lingkungan telah menjadi barang langka akibat eksploitasi yang berlebihan dan kurang memperhatikan aspek keberlanjutan. Kendati secara ekonomi dapat meningkatkan nilai jual, namun di sisi lain dapat menimbulkan ancaman kerugian ekologi yang jauh lebih besar, seperti hilangnya lahan, langkanya air bersih, banjir, longsor, dan sebagainya. Salah satu akibat dari kelangkaan tersebut adalah pemanfaatan sumber daya alam (SDA) yang kini mulai bergeser dari SDA darat kearah pemanfaatan SDA pesisir dan laut.

Indonesia merupakan negara kepulauan (archipelago state) yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia (61.000 km). Kita juga memiliki wilayah laut yang sangat luas di mana terdapat tiga macam wilayah perairan berdasarkan Konvensi Hukum Laut Internasional, yaitu perairan laut teritonial, zone ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen. Sehingga wajar apabila sekarang ini wilayah pesisir dan laut Indonesia merupakan sasaran dan harapan baru dalam memenuhi kesejahteraan rakyatnya.

Beralihnya pemanfaatan SDA pesisir dan laut tidak hanya didasarkan pada alas an kekayaan SDA tersebut yang kita miliki. Melainkan ada alasan lain dimana sepanjang 2-3 dasawarsa terakhir ini, pengelolaan sumberdaya di darat telah menimbulkan degradasi lahan, hutan, dan air serta kerusakan lingkungan yang mengancam kelestariannya. Bukan mustahil, apabila ke depan wilayah pesisir dan laut Indonesia juga akan mengalami nasib sama seperti di darat, karena pengelolaannya yang kurang baik. Gejala-gejala ke arah sana, sesungguhnya sudah mulai nampak saat ini. Kasus di Teluk Buyat, penambangan pasir di Riau, pendangkalan Sagaraanakan, dan sebagainya merupakan bukti-bukti yang dapat kita saksikan sebagai bentuk kerusakan lingkungan di wilayah pesisir dan laut.