10 Aplikasi Penunjang Pembelajaran Online

Pandemi covid 19 belum juga berakhir. Pemerintah belum mengijinkan sekolah-sekolah untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka, terutama untuk sekolah-sekolah yang berada di daerah Zona Merah dan zona kuning.

SMK Negeri 1 Anjatan yang dikenal dengan sebutan Parwis merupakan salah satu sekolah yang menerapkan sistem pembelajaran secara daring atau online. Hal itu dilakukan demi mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

Apa saja aplikasi pembelajaran online yang sudah diterapkan di SMK Negeri 1 Anjatan?

Ada beberapa platform atau aplikasi pembelajaran daring atau online yang diterapkan di SMK Negeri 1 Anjatan, diantaranya adalah :

1. Youtube (Parwis Channel)

Video pembelajaran akan di upload di youtube dan terkumpul dalam satu channel yang diberi nama Parwis Channel. Channel ini diharapkan sebagai sumber belajar yang bisa menarik para peserta didik SMK Negeri 1 Anjatan dalam mengikuti kegiatan pembelajaran daring.

   

Beberapa alasan mengapa harus menggunakan parwis channel dalam kegiatan pembelajaran secara daring, yaitu :

a. Parwis channel diharapkan bisa menjadi sumber belajar yang menarik untuk para peserta didik khususnya peserta didik yang ada di SMK Negeri 1 Anjatan.

b. Video pembelajaran yang dibuat oleh guru-guru SMK Negeri 1 Anjatan bisa saling terhubung karena terkumpul dalam satu channel.

c. Dengan terkumpulnya video pembelajaran dalam satu channel akan membuat siswa menjadi penasaran untuk melihat dan menonton video pembelajaran yang lainnya yang ada di Parwis Channel.

c. Parwis channel dijadikan sebagai ajang pembuktian kreatifitas guru-guru dalam membuat konten video pembelajaran

e. Sumber belajar yang berupa Video pembelajaran bisa ditonton berulang-ulang, kapan saja dan dimana saja, sehingga peserta didik diharapkan bisa cepat memahami materi yang diajarkan.

Contoh salah satu video pembelajaran yang ada di parwis channel

2. Blog

Selain Parwis Channel, sumber belajar yang digunakan untuk pembelajaran online selama masa pandemi di SMK Negeri 1 Anjatan adalah melalui blog (Blogger atau WordPress).

Jika sumber belajar berupa video di upload di parwis channel. Tetapi untuk sumber belajar berupa tulisan, beberapa guru SMK Negeri 1 Anjatan mempostingnya di blog pembelajaran.

Salah satu blog pembelajaran yang digunakan untuk memposting sumber belajar berupa tulisan adalah blog jurusan multimedia. Untuk masuk ke blog jurusan multimedia bisa melalui link berikut : https://multimediaparwis.blogspot.com

3. Google Sites

Sumber belajar ketiga setelah parwis channel dan blog jurusan adalah melalui google Sites.

Google Sites merupakan aplikasi google yang digunakan dalam membuat situs web pribadi maupun kelompok, untuk keperluan personal maupun korporat.

Untuk masuk ke Google Sites bisa diakses melalui link berikut:

https://sites.google.com

4. Google Classroom

Untuk pengelolaan kelas, sebagian besar guru SMK Negeri 1 Anjatan menggunkan google classroom. Setiap mata pelajaran membuat kelas dengan kode kelasnya masing-masing berupa huruf dan angka yang sudah diacak secara otomatis.

Peserta didik yang mengikuti mata pelajaran tersebut, harus masuk ke classroom masing-masing sesuai dengan kode kelas yang diberikan oleh gurunya. Dengan classroom guru mapel bisa mengontrol pembelajaran secara daring.

Google Classroom merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Google dan memberikan layanan web gratis untuk sekolah, yang bertujuan untuk menyederhanakan membuat, mendistribusikan, dan menilai tugas tanpa menggunakan kertas.

Tujuan utama Google Classroom adalah untuk merampingkan proses berbagi file antara guru dan siswa

Untuk masuk ke Google Classroom bisa diakses melalui link berikut:

https://classroom.google.com

Untuk pengguna Smartphone atau HP Android bisa menginstal Google classroom melalui playstore.

5. Kahoot!

Aplikasi berikutnya yang digunakan SMK Negeri 1 Anjatan untuk menunjang pembelajaran secara online adalah dengan menggunakan Kahoot.

Kahoot! merupakan sebuah platform pembelajaran yang digunakan sebagai teknologi pendidikan di sekolah dan lembaga pendidikan lainnya yang berbasis permainan. Kahoot! juga bisa digunakan untuk membuat kuis pilihan ganda yang dapat diakses melalui penjelajah web atau aplikasi Kahoot.

Untuk masuk ke aplikasi Kahoot! bisa diakses melalui link berikut:

https://kahoot.com

Untuk pengguna Smartphone atau HP Android bisa menginstal Kahoot! melalui playstore.

6. Quizizz

Aplikasi selanjutnya yang digunakan untuk menunjang pembelajaran secara online adalah dengan menggunakan quizizz.

Quizizz merupakan sebuah web tool untuk membuat permainan kuis interaktif yang sangat mudah yang memiliki hingga 5 pilihan jawaban termasuk jawaban yang benar untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas.

Untuk masuk ke aplikasi quizizz bisa diakses melalui link berikut:

https://quizizz.com

Untuk pengguna Smartphone atau HP Android bisa menginstal quizizz melalui playstore.

7. Google Drive

Aplikasi berikutnya yang digunakan untuk menunjang pembelajaran secara online adalah dengan menggunakan menggunakan Google Drive.

Fungsi utama dari google drive yang paling menonjol adalah untuk menyimpan file atau dokumen dan pengguna bisa mengaksesnya dimana saja dan kapan saja ketika terhubung pada koneksi internet.

8. Google form

Google Form adalah inovasi dari Google Docs untuk membuat pertanyaan berupa kuisoner ataupun formulir pendaftaran sebuah acara secara online melalui Google. Aplikasi ini juga bisa digunakan untuk mengumpulkan tugas pembelajaran secara online dengan membuat pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik di google form.

9. WhatsApp

Aplikasi berikutnya yang digunakan untuk mengumpulkan tugas pembelajaran secara online adalah dengan menggunakan WhatsApp.

Peserta didik bisa mengumpulkan tugas yang sudah dikerjakan dengan mengirim hasilnya ke nomor whatsApp guru mata pelajaran yang dituju. Tetapi ini beresiko terhadap beban memori HP atau smartphone yang dimiliki oleh guru untuk mengumpulkan tugas dalam bentuk gambar/dokumen/video.

10. Telegram

Aplikasi selanjutnya yang digunakan untuk mengumpulkan tugas pembelajaran secara online adalah dengan menggunakan telegram.

Alasan memilih telegram sebagai alternatif dalam pengumpulan tugas karena file tugas atau dokumen yang dikirim melalui aplikasi telegram tidak membebani memori Handphone.

Itulah 10 Aplikasi yang digunakan SMK Negeri 1 Anjatan dalam menerapkan pembelajaran online di masa pandemi covid-19.

Selama mengikuti kegiatan pembelajaran online, banyak siswa dan guru yang merindukan pembelajaran tatap muka secara langsung.

Doa yang selalu dipanjatkan adalah semoga pandemi covid-19 segera berakhir. Sehingga pembelajaran tatap muka bisa kembali normal seperti dulu.

Semangat belajar…SMK Negeri 1 Anjatan…Yes I can.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Chat Kami